adabeberapa solusi yang diberikan ulama dalam masalah dakwah ini, al-bayanuny menjelaskan tentang solusi masalah dakwah dari dalam umat islam antara lain; mengakui kesalahan yang diperbuat, memperbaiki kesalahan lalu menyusun permasalah yang ada kemudian membuat prioritas untuk diatasi, bersungguh-sungguh dalam mengatasi masalah, tetap ๏ปฟHarta adalah penyakit umat ini, dan orang yang memiliki ilmu agama adalah dokternya. Apabila orang yang berilmu itu memasukkan penyakit ke dalam dirinya, kapan ia bisa mengobati manusia?!" [As-Siyar, 7/243] โ•โ•โ•โ•โ•โ• โ•โ•โ•โ•โ•โ• Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam Strategidakwah dibentuk melalui program kerja PDM Kabupaten Sukoharjo periode Muktamar 42-43 untuk tahun 1990-1995. (Lampiran 4) Secara umum orientasi/perencanaan dakwah berorientasi "sentripetal", yaitu mendudukkan permasalahan dakwah, kondisi objek dan lingkungan dakwah sebagai hal yang menentukan dalam proses perencanaan dakwah. cash. Keadaan umat di dalam dakwah islamiyah menunjukkan sesuatu yang kurang menggembirakan. Perkara ini dibuktikan dengan banyaknya umat yang mengalami kekosongan jiwa dan kehilangan pegangan hidup sehingga menampilkan dakwah yang dibawanya sesuatu yang tidak efektif. Persoalan ummah disebabkan karena dakwah yang tidak berjalan atau kurang berkesan. Dakwah dan jihad ini adalah sebagai penyokong dan atap bagi akhlak dan ibadah yang akan di bangun secara baik sehingga rumah islam ini dapat di bangun secara baik Tanpa dakwah maka permasalahan akan bermunculan secara bertahap dan kemudian memuncak keatas diri ummat islam. Masalah ummat karena dakwah tidak berkesan salah satunya disebabkan oleh permasalah pembawa dakwah itu sendiri yang senantiasa ada mengiringi dakwah dan persoalan yang di sebabkan oleh keadaan semasa sebagai respon dan kesan keadaan sebelumnya dan keadaan akan yang selalu muncul adalah persoalan mengenai manusia, persoalan ini selalu ada selama manusia ini tetap hidup dan bersama dakwah. Dari zaman Nabi Adam AS hingga sekarang, keadaan manusia adalah isu permasalahan utama yang tidak pernah habis dan tak kunjung padam. Masalah yang perlu dihadapi adalah bagaimana kita menghadapi keadaan manusia ini dengan baik dan dapat mengatasi pernasalahan sebagai sarana meningkatkan kualitas dan ketahan diri. Beberapa persoalan manusia ini adalah masalah kejiwaan manusia yang unik dan mudah berubah mengikuti keadaan dan suasana, kecenderungan peribadi ke arah tertentu, masalah watak yang beragam, pengaruh syahwat dan keadaan instink manusia. Keadaan sekarang yang merupakan masalah yang ada pada realitas saat ini berdasarkan kepada persoalan-persoalan sebelumnya seperti akibat dari sisa masa penyelewengan, penyakit dari penjajah dan adanya kekuatan yang menantang. Dari permasalahn ini akan mewarnai bagaimana keadaan dan masalah ummat sekarng ini. Pertimbangn kepada isu ini merupakan suatu yang penting bagi menjalankan dakwah yang benar dan baik di tengah kancah perjuangan yang banyak dipengaruhi banyak dari negara dan masyarakat islam barulah lepas dari keadaan yang dikuasai oleh diktator yang kejam dan raja yang tidak menjalankan islam, juga berbagai keadaan yang muncul sebelum seperti pengaruh aliran sesat atau dakwah yang membawa kehancuran seperti dakwah yang berorientasikan kepada jihad senjata, dakwah sebelumnya yang membawa kesan dan imej yang negatif, dan kekuasaan yang menjadikan muslim tidak mengerjakan amalan islam termasuk sholat. Penyakit ummat yang juga bisa disebabkan karena munculnya suatu kekalahan dan kehancuran islam seperti pada berbagai lembaga-lembaga kekufuran seperti mahkamah, hukum jahiliyah, sistem pentadbiran dan juga berbagai aturan yang dilembagakan seperti persaingan usaha; penjajah juga meninggalkan keterbelakangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sengaja diciptakan oleh penjajah sehingga menjadikan umat semakin bodoh; penjajah juga menjadikan ummatsalah berfikir atau mempunyai pemikiran yang tidak betul dan kejiwaan yang menyertainya tidak normal seperti rasa rendah diri dan tidak percaya diri. Keadaan ini menjadikan ummat islam di dominasi oleh musuh-musuh islam. Selain itu juga ada Kekuatan-kekuatan yang menentang terhadap dakwah islam sangat banyak di dalam masyarakat sekuler saat ini. Kepentingan-kepentingan sekuler merasa tidak terjaga apabila islam berjaya. Keinginan hawa nafsu mereka tidak akan tersalurkan dengan tegaknya dakwah islam sehingga mereka berusaha mati-matian menentang kekuatan islam dan memadamkan dakwah islam. Kekuatanyang menentang ini dirancang dengan perencanaannya dan sarana yang bak. Mereka melakukan perang jahiliyah yang disusun rapi. Akibat kekuatan ini adalah ummat islam seperti buih yang ringan timbangannya dan mengikuti arus. Pengenalan kepada penyakit yang menjangkit umat di dalam dakwah supaya dapat menyadarkan kita kepada keadaan yang sebenarnya dan memerlukan kita untuk memakan ubat walaupun pahit dan tidak sedap agar dakwah dapat berjalan dengan baik. Persoalan manusia yang selalu menyertai dakwah ini dan persoalan semasa akan menjadikan ummat bodoh kepada islam. Selain, halangan dan rintangan dari luar, dari dalam diri umat islam juga terdapat beberapa penyakit yang membuat dakwah itu berjalan lambat, kejayaan Islam sulit dicapai. Maka perlu suatu usaha perbaikan atau islah terhadap keadaan ummat dan dakwah saat ini, sehingga Ummat dan Islam memiliki daya tawar yang tinggi dalam percaturan dunia internasional. Ada ungkapan, bila dai adalah dokter, maka Umat adalah pasiennya. Namun apa yang terjadi jika dokter salah dalam mengobati? Alih-alih sembuh, pasien malah bertambah parah sakitnya. Demikian halnya dalam dakwah tidak mencapai tujuannya. Salah satu bentuk kesalahan tersebut adalah ketika di dalam diri dai berkembang penyakit mental maโ€™nawiyah, antara lain Ada 2 pembagian penyakit dakwah berdasarkan aspeknya 1. Penyakit penyakit dakwah terkait dengan ma'nawiyah moral Sikap Reaktif Infiโ€™aliyyah Sikap reaktif diperlihatkan dengan Dakwah yang hanya memberikan reaksi karena aksi pihak lain. Dakwah ini adalah dakwah yang tidak menyentuh substansipermasalahan dan dia bersifat temporer, karena ia akan bergeraksetelah ada aksi pihak lain. Dan biasanya dakwah ini tidak terencanadan tidak memiliki program tersendiri, setelah efek dari aksi pihaklain berhenti, dia juga selesai. Seorang dai dikatakan reaktif jika setiap gerakannya tidak berangkat dari tujuan dan sasaran; tidak berdasarkan tahapan-tahapan; dan tidak menggariskan langkah-langkah yang jelas. Akibatnya, semua manuvernya tak lebih dari sekedar reaksi terhadap kondisi yang muncul saat itu atau terhadap isu yang dianggap aktual. Dengan kata lain, dakwah yang Infiโ€™aliyyah adalah dakwah yang tidak berpijak pada manhaj sistem yang jelas. Padahal Allah telah menegaskan pentingnya manhaj yang jelas itu dalam firman-Nya โ€œKatakanlah "Inilah jalan agama ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.โ€ QS. Yusuf [12] 108. Untuk bisa bekerja berdasarkan manhaj, dibutuhkan satu syarat; kesabaran. Dalam surat Al-Ashr telah dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, semua orang dalam keadaan merugi dari waktu ke waktu kecuali hamba tersebut senantiasa bersabar di dalam saling mengajak semua manusia untuk taat kepada Allah. Terkadang kita ingin sekali hidayah datang saat ini juga ketika telah berdakwah. Pada hakikatnya, kerja dakwah adalah kerjanya Allah dan mustahil Allah gagal dalam Figuritas Wijahiyyah Telah banyak kericuhan terjadi akibat figuritas ini. Bayangkan, seseorang menolak kebenaran hanya karena kebenaran hanya karena kebenaran itu bukan disampaikan oleh orang yang dia jadikan figur. Sebaliknya, dia pasti akan menerima apa pun yang disampaikan oleh orang yang menjadi figurnya, betapapun nyata-nyata salah menurut Qurโ€™an dan Sunnah. Figuritas dapat memunculkan tradisi taqlid sikap membebek. Sikap yang kemudian berkembang adalah kecintaan pada tokoh, bukan pada Islam. Berjuang karena figur dan bukan keikhlasan. Pada waktu bersamaan, pembelaan terhadap Islam memerintahkan kita taat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada waktu bersamaan, Allah juga memerintahkan agar pengorbanan dan perjuangan dilakukan karena-Nya, bukan karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini ditegaskan dalam Al-Qurโ€™an, โ€œMuhammad itu tiada lain hanyalah seoang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh, kalian akan berbalik ke belakang murtad?โ€ QS. Ali Imran [3] 144Daโ€™wah yang hanya mengharapkan hadirnya seorang figur dan daโ€™wah seperti ini tidak akan langgeng. Dalam Hadistnya Rasulullah berwasiat ketika haji wadaโ€™ โ€œAbu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda โ€œAku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh Sebuah telaga di surga, Pen..โ€ HR. Imam Malik secara mursal Tidak menyebutkan perawi sahabat dalam sanad Al-Hakim secara musnad Sanadnya bersambung dan sampai kepada Rasulullah โ€“ dan ia menshahihkannya- Imam Malik dalam al-Muwaththaโ€™ no. 1594, dan Al-HakimAl Hakim dalam al-Mustadrak I/172., ini berarti Rasulullah mendidik untuk berorientasi kepada program bukan kepada figur. Daโ€™wah seperti ini banyak menimbulkan masalah karena jika figur dalam organisasi daโ€™wah tersebut menghilang maka tercerai belahlah daโ€™wah itu. selain itu dakwah model ini biasanya akan memunculkan kultus individu yang sedemikian kuat, sehingga dari kultus inidividu inilah akan timbul penyakit penyakit lain yang tidak kalahberbahayanya. Seperti tidak akan mendengar kan dakwah dari pihak lainselain dari ustadz, kyai, guru atau syaikhnya. Bagaimana solusi mencari figuritas dizaman sekarang ini yang dapat dijadikan tauladan selain Rasullah? Pada Qs. Al Ahzab 21 menjelaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang terbaik, ini berarti hanya Rasulullah yang patut dijadikan tauladan yang tidak mempunyai sisi kelemahan sedangkan dizaman sekarang ini jika ditemukan figur yang dijadikan tauladan pasti akan ditemukan ketidak sempurnaan. Sekarang ini tidak dapat diharapkan individual leader tetapi yang harus ada adalah kolektif leadership yang terdiri dari beberapa sosok yang saling mengisi. Seperti yang dikatakan oleh Imam Hasan Al Bana Sesungguhnya sebaik-baiknya Qiyadah pemimpin adalah jika dalam hal istifadah ilmiah pemanfaatan keilmuannya dia seorang ustad, dalam hal ribatil qulb keterikatan hatinya dia seorang ayah, dalam hal tarbiyah ruhiyah dia seorang syekh dan dalam hal siasia daโ€™wah dia seorang panglima. Merasa Paling Hebat Iโ€™tizaziyyah Dakwah ini bersifat bahwa hanya kelompok dakwahnyalah yang terbaiksehingga para anggota kelompok dakwah tersebut merasa ujub palinghebat dan mengakibatkan tidak dapat melihat kekurangan dan kelemahandirinya. Dakwah ini juga menyebabkan anggotanya ghurur terlena. Firman Allah dalam Al Quran โ€œDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.โ€ QS Luqman 18 Dakwah seharusnya mengarahkan orang pada sikap tawadhu rendah hati. Bila seorang dai sejak awal merasa paling hebat dan dakwahnya paling benar, yang akan tumbuh adalah sikap sombong dan takabur, serta memandang orang lain dan gerakan dakwah lain tidak artinya. Perasaan selalu nomor satu adalah penyakit yang ditularkan Iblis. Iblis merasa hebat dengan sesuatu yang sebetulnya bukan parameter kehebatan. Refleksi Iโ€™tizaziyyah dalam dakwah hadir dalam berbagai bentuk. Bentuk yang sering muncul, keengganan menjalin kerja sama dalam suatu proyek dakwah. Bahkan merasa bisa melakukan dakwah sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal lain yang kerap timbul juga, klaim kebenaran mutlak untuk diri dan kelompak sendiri serta kesalahan mutlak untuk orang lain. Sering kali dalam bentuk pengelompokan dan โ€œpengkavlinganโ€ negeri akhirat. Siapa yang mengikutinya โ€œditempatkanโ€ di surga dan yang tidak mendukung ia โ€œmasukkanโ€ ke neraka. Seolah ia telah dititipi kunci surga oleh Allah. Hadits ke-74 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda "Barangsiapa menganggap besar dirinya dan bersikap sombong dalam berjalan, ia akan menemui Allah dalam keadaan amat marah kepadanya." Riwayat Hakim dan para perawinya dapat dipercaya Merendahkan dan Menafikan Kebaikan yang Lain Intiqashiyyah Dakwah yang selalu mengecilkan atau meremehkan pihak lain sehingga organisasi organisasi dakwah yang lain tidak dianggap mitra dakwahnya. Penyakit dakwah seperti ini biasanya seiring dengan sifat dakwah Al Itijaziyah. Bagaikan dua sisi mata uang, bangga dengan diri sendiri selalu bersanding dengan sikap merendahkan orang lain. Jika ini yang berkembang, ada dua kemungkinan yang muncul saat melihat keberhasilan orang lain, yaitu dengki dan menafikan keberhasilan itu. Dengki maupun sikap menutup mata terhadap keberhasilan yang dicapai orang pada dasarnya sama, yaitu tidak mensyukuri karunia Allah karena karunia itu tidak turun kepada dirinya. โ€œKatakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,โ€ QS. Yunus [10] 58. Akibat sikap infiโ€™aliyah reaksioner, wijahiyyah orientasi figur, iโ€™tizaziyyah merasa kuat, energi dakwah akan banyak terkuras untuk merespons berbagai kasus, peristiwa, perkembangan politik, atau problem sosial yang terjadi. Sementara itu, permasalahan umat yang sesungguhnya terabaikan. Bukan berarti dakwah tidak perlu menanggapi permasalahan yang ada. Akan tetapi dalam konteks ini, ada beberapa hal yang harus ditegaskan. Pertama, berdasarkan paradigma Islam, segala problem kemasyarakatan maupun individual muncul akibat jauhnya manusia dari akidah dan syariat Islam. Kedua, karenanya, harus ada gerakan yang integral dan simultan untuk membenahi akibat umat dan menumbuhkan keberpihakan terhadap syariat Islam. Paling tidak, ada dua syarat untuk bisa menyelesaikan persoalan ini adanya kerja sama amal jamaโ€™i antara daโ€™i dan kelompok dakwah; dan, terciptanya kondisi masyarakat yang mempunyai kesadaran dan wawasan Islam yang syamil integral.Namun, bagaimana mungkin terjalin amal jamaโ€™i yang harmonis, saling menguntungkan dan penuh ukhuwah jika terdapat iโ€™tizaziyyah dan intiqashiyyah? Mungkinkah masyarakat akan sampai ada tingkat pemahaman yang baik jika mereka tak diajak menyalami keutuhan Islam, akibat terjebak dengan fenomena dan isu temporer? Penyakit para dai ini harus diwaspadai. Jika tidak, ia bisa menimbulkan kehancuran dan kebinasaan. 2. Penyakit penyakit dakwah yang terkait dengan amaliyah operasional a. Dakwah yang juz'iyah bersifat parsial/lokal Dakwah ini hanya bersifat sektoralisme yang seharusnya sumuliyah segala aspek. b. Dakwah yang At Ta'lidiyah Taklid Dakwah ini membuat para anggotanya hanya mengikuti sesuatu tanpa memahami dan mengetahui hujjah/dalilnya dari Al Quran dan Sunnah, sehingga akan tumbuh penyakit taqlid. Biasanya dakwah model ini malah akan memb dohi umat sehingga hanya ustadz, kyainya saja yang tahu tapi muridnya tetap bodoh. Biasanya guru dari dakwah model ini cukup mengajarkan cara cara ibadah seperti sholat, dzikir tanpa harus memaknai apa arti & hakekat dari ibadah tersebut. Daโ€™wah ini membuat para anggotanya hanya mengikuti sesuatu tanpa memahami. Dalam kelompok daโ€™wah harus dilakukan secara bashiroh hujjah yang nyata sebagaimana Firman Allah โ€œKatakanlah "Inilah jalan agama ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." 108.Imam Hasan Al Bana menekankan dalam merumuskan pilar-pilar komitmen pada daโ€™wah Islamiyah adanya 10 rukun baiโ€™at pada rukun yang pertamanya dan utama adalah rukun Al Fahmu. c. Dakwah yang Al Afwaiyah atau Al Irtijaliyah Dakwah yang tidak mempunyai kejelasan, tidak ada sasaran dan perencanaan sehingga tidak ada yang dapat dievaluasi. Setiap anggota dakwah harus mempunyai wawasan kedepan sesuai dengan Firman Allah โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok akhirat; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanโ€ QS Al Hasyr 18. d. Dakwah yang At Tarki'iyah Dakwah yang tambal sulam yang seharusnya dakwah inqilabiyah yaitu menginginkan perubahan total. Ungkapan Sayyid Qutb "bagaimana mungkin dunia yang sekarang tenggelam dalam kejahiliyahan kemudian sekali kali meminta Islam memberikan solusi kepada permasalahan yang ada. Harusnya jalankan dulu Islam secara menyeluruh, baru menanyakan masih adakah masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh Islam". Dakwah ini harus menjelaskan kepada seluruh manusia ketika jalan hidup yang ditempuhbukan jalan Allah SWT sesungguhnya jalan tersebut adalah jalan yang bathil yang harus diingkari, dan mengajak umat manusia khususnya umat Islam kepada Islam yang kaffah menyeluruh. Sebagai solusi terhadap penyakit penyakit dakwah baik dalam ma'nawiyah atau amaliyah adalah dengan jalan membentuk Hizbullah, yaitu suatu tandzim organisasi dimana seluruh umat Islam masuk kedalam tandzim tersebut. Dizaman yang tidak tegak khilafah Islam seperti sekarang ini maka tidak dapat mengharapkan tandzim yang dapat menghimpun seluruh umat Islam. Sejak runtuhnya khilafah Islam terakhir yaitu Daulah Usmani di Turki pada tahun 1924. Sekarang ini muncul Jama'atul jama'atul minal Muslimin, seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hizbut Tahrir di Yordania, Jamaah Tabligh di Pakistan, Salafi di Arab Saudi dll. Ini merupakan usaha untuk memberikan suatu penawaran kepada umat Islam pentingnya ada hizbullah, untuk menghimpun umat Islam yang penataannya mendunia. yang sifatnya tunggal denganyang mempersatukan umat Islam yang disebut Jamaatul Muslimin. Sekarang ini belum ada jamaah Muslim, tetapi sudah terbentuk jamaah minal Muslimin dan diharapkan jamaah jamaah minal muslimin ini saling mendukung, berfastabikul khairat dan saling bekerja sama sebagai mitra dakwah, bukannya saling menjelek-jelekkan dan menjatuhkan antara yang satu dengan yang lainnya. Dan bila ada ketidakcocokan dan ketidaksepahaman, seyogyanya di utamakan dialog dengan semangat mencari kebenaran antara satu dengan yang lain dengan mengutamakan Ukhuwah Islamiyah. Selain itu umat Islam dapat memulai untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya melalui penguatan barisan ummat. Dari munculnya Hizbullah dari suatu barisan umat Islam yang telah dihasilkan dari proses kaderisasi yang kader-kadernya mempunyai beragam potensi dan kafaah keahlian masing-masing dan merekan diberikan peluang seluas-luasnya untuk mengekspresikannya sehingga akan muncul proses proyeksi, promosi dan nominasi kepemimpinan yang akan datang. Dan proses itulah yang dilakukan Rasulullah saw ketika mulai menggagaskan penataan barisan umat Islam sejak di Mekkah. Kongkritnya dilakukan dengan small islamic invironment, harus membentuk kelompok-kelompok kecil, lingkungan pergaulan kaum muslimin yang berada didalam suatu proses kaderisasi tarbiyah yang dibimbing oleh seorang murabbi pembina yang mengoptimalkan potensi dan kafaah binaannya. Sumber Bacaan 1. [ Sumber Majalah Ummi No. 6 XXVI 2. Rangkuman Ceramah Ust Ihsan Tanjung Sumber Kamis, 27 Zulqaidah 1444 H / 8 Januari 2015 1513 wib views Oleh Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah โ€“Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, ูŠููˆุดููƒู ุงู„ู’ุฃูู…ูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽูƒูŽู„ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽุตู’ุนูŽุชูู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูู„ู‘ูŽุฉู ู†ูŽุญู’ู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุบูุซูŽุงุกูŒ ูƒูŽุบูุซูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽู„ูŽูŠูŽู†ู’ุฒูŽุนูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุตูุฏููˆุฑู ุนูŽุฏููˆู‘ููƒูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽู‡ูŽุงุจูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูŽู‚ู’ุฐูููŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ู’ู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽู‡ู’ู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู โ€œHampir saja para umat yang kafir dan sesat, pen mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piringโ€. Kemudian seseorang bertanya,โ€Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?โ€ Rasulullah bersabda,โ€Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian โ€™Wahnโ€™. Kemudian seseorang bertanya,โ€Apa itu โ€™wahnโ€™?โ€ Rasulullah berkata,โ€Cinta dunia dan takut mati.โ€ HR. Abu Dawud dan Ahmad Wahn merupakan penyakit yang menjangkiti umat ini secara indvidu maupun komunitas. Penyakit ini menjerumuskan umat ke dalam kekalahan dan kehinaan. Makna Wahn Secara bahasa wahn bermakna dhaโ€™f lemah, baik secara materi atau maknawi, menimpa pribadi atau kolektif. Wahn juga bisa diartikan jubn takut atau pengecut, namun ia masih bagian dari dhaโ€™f. Seperti Wahana al-Rajul, maksudnya ia takut saat berjumpa musuh. Al-Qur'an telah menggunakan makna ini dalam beberapa ayat, di antaranya ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ูˆูŽู‡ูŽู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธู’ู…ู ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽุงุดู’ุชูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฃู’ุณู ุดูŽูŠู’ุจู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽูƒูู†ู’ ุจูุฏูุนูŽุงุฆููƒูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุดูŽู‚ููŠู‘ู‹ุง โ€œIa Zakaria berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.โ€ QS. Maryam 4 ูƒูŽุฃูŽูŠู‘ูู†ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฑูุจู‘ููŠู‘ููˆู†ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ููŽู…ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽู†ููˆุง ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุถูŽุนููููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽูƒูŽุงู†ููˆุง โ€œDan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut nya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh.โ€QS. Ali Imran 146 ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‡ูู†ููˆุง ูููŠ ุงุจู’ุชูุบูŽุงุกู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฅูู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ุชูŽุฃู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฃู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽุฃู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุฌููˆู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ููŠู…ู‹ุง ุญูŽูƒููŠู…ู‹ุง โ€œJanganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka musuhmu. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.โ€ QS. Al-Nisaโ€™ 104 maknanya jangan jadi pengecut. ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‡ูู†ููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ุฒูŽู†ููˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ โ€œJanganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.โ€ QS. Ali Imran 139 ูˆูŽูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู โ€œDan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.โ€ QS. Luqman 14 Makna Istilahi Makna Wahn dalam hadits di atas dijelaskan langsung oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, yaitu cinta dunia dan takut mati. Wahn dalam hadits di atas berposisi sebagai hukuman ekses/dampak. Bisa juga ia berposisi sebagai hal kondisi kaum muslimin saat itu. Hukuman atas hal itu ada dua macam Pertama, dicabutnya rasa gentar dalam hati musuh. Kedua, ditimpakan wahn dalam diri muslim. Keduanya menyebabkan kondisi kaum muslimin terhina dalam segala sektor. Laksana buih yang tak memiliki nilai di hadapan umat-umat lain. Hakikat Wahn Penyakit ini memiliki dua indikasi. Pertama, cinta dunia. Kedua takut mati. Satu dengan yang lain memiliki pengaruh. Cinta dunia berarti sangat tinggi obsesi terhadapnya, hati bergantung kepadanya, terlalu jauh mengagumi keindahan dan kemewahannya, berjalan di belakangnya, sangat rakus terhadapnya, angan-angan dan cita-cita terpusat kepadanya, puncak harapan ada padanya, merasa kekal di dunia, dan terus menumpuk-numpuk harta kekayaannya. Dampaknya sibuk mengumpulkan harta, menempuh segala cara mendapatkannya yang halal maupun haram, meninggalkan jihad, kikir dan bakhil, rakus dan thamaโ€™, curang dalam muโ€™amalat, dan sebagainya. Sedangkan takut mati adalah konsekuensi bagi orang yang sangat cinta dunia. Seseorang yang sangat cinta dunia pasti ia takut menghadapi kematian yang akan menghilangkan kenikmatan-kenikmatan yang diimpikannya. Takut mati menjadikan seseorang berusaha mendapatkan kemakmuran hidup dengan segala cara, menghindari ketaatan yang beresiko kematian atau berkurang kekayaan, tidak pernah bersiap-siap untuk hadapi kematian, tidak menyiapkan bekal kebaikan untuk kehidupan sesudah kematian, terlalu larut menikmati dunia, berusaha memuaskan syahwatnya, dan sebagainya. Terapi Menguatkan iman, khususnya kepada Allah dan hari akhir. Memahami hakikat dunia dan fitnah-fitnahnya. Melazimi amal-amal shalih dan amal kebajikan dengan harapan akhirat. Banyak berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari fitnah dunia. Wallahu Aโ€™lam. [PurWD/ Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk. โ€œHubbudโ€“dunya wa karohiyatul mautโ€ Dengan adanya penyakit yang mewabah pada 1 tahun kebelakan ini Covid-19 merupakan salah satu ujian atau tantangan bagi umat muslim untuk tetap menguatkan iman dan taqwa. Bagaimana tidak selama masa pandemi negara beberapa kali memberlakukan pengawasan ketat untuk tetap menjaga jarak yang sering kita dengar dengan istilah PPKM. Oleh karenanya sering dan banyak kita jumpai sekarang masjid yang kosong, shaf-shaf sholat juga diberi jarak dan lain sebagainya. Maka dari itu janganlah kita mengurangi keimanan serta ketaqwaan meski pandemi berlangsung, justru jika shaf kita renggang yang perlu dikuatkan yaitu dengan meningkatkan level ketaqwaan dengan berbagai hal yang bisa mendekatkan diri dengan Allah SWT. Jika penyakit yang kita bahas tadi adalah sesuatu yang sering kita lihat di berita-berita Televisi, namun penyakit umat manusia yang satu ini yang sukar sekali kita menyadarinya yaitu, Hubbudโ€“dunya wa karohiyatul maut. Istilah lain yang juga berkaitan dengan penyakit ini adalah Besar perut, Besar perut artinya lebih mementingkan urusan perut dan hal-hal yang menyangkut keduniawian dengan berlomba-lomba memenangkannya. Orang yang terjangkit penyakit seperti ini tidak akan segan-segan untuk menghalalkan segala cara guna memperoleh apa yang diinginkan. Apabila umat telah terjangkit penyakit ini, niscaya akan hilang sebuah kehormatan umat itu sendiri dan akan mengundang datangnya azab yang amat dahsyat. Untuk itu kita harus senantiasa berapa pada jalan yang baik atau haq, dalam firmannya Allah memberikan petunjuk beharga bagi kita bahwa sebuah kesenangan dan kehidupan dunia beserta isinya adalah sesuatu yang bersifat sementara dan tidak akan kekal abadi, maka Akhiratlah tempat yang paling kekal. Allah SWT berfirman, โ€Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu memahaminya?โ€ QS 632. Penulis Imam Arifin Rosyadi,

penyakit umat dalam dakwah