KeanekaragamanHayati adalah variasi dalam tingkatan organisme mulai dari tingkat gen, spesies, dan ekosistem yang meliputi wilayah daratan, lautan, serta, udara. Berdasarkan tingkatannya, keanekaragaman hayati dapat dibedakan mejadi tiga macam yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem. RangkumanLengkap Materi Biologi SMA Kelas X IPAIPS Pdf Buku Ekonomi Kelas 11 Erlangga IlmuSosialid Soal Ulangan Ekonomi Kelas 10 Semester 1 - Kunci Dunia Kurikulum 2013 Revisi Kurikulum Nasional untuk SMA. Keanekaragaman hayati tingkat gen. 2 2019 2020 pdf buku pr lks intan pariwara adalah buku pelajaran yang berisi ringkasan materi. dalampembelajaran biologi SMA kelas XI materi keanekaragaman hayati Indonesia. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis 1. Menambah wawasan keilmuan mengenai jenis-jenis senyawa alkaloid dari batang karamunting (Rhodomyrtus tomentosa). 1.4.2 Manfaat Praktis 1. Memberikan informasi pada masyarakat mengenai informasi tentang Vay Nhanh Fast Money. Berikut ini sudah kami susun Ringkasan Materi Biologi Kelas 10 Semester 1 Bab 2 yang membahas tentang Keanekaragaman Hayati, yang disusun dari buku paket sekolah. Semoga bisa digunakan sebagai sarana belajar baik di rumah ataupun di sekolah. Daftar Isi1 Keanekaragaman Hayati2 Contoh hewan endemik Indonesia 3 Contoh ekosistem 4 Manfaat mempelajari keanekaragaman hayati 5 Keanekaragaman hayati khas Indonesia memiliki nilai 6 Pengaruh kegiatan manusia terhadap biodiversitas yaitu 7 Contoh pelestarian in situ 8 PPT Keanekearagaman Hayati9 Share this10 Related posts Photo by Philippe Donn on Keanekaragaman hayati biodiversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem suatu daerah. Keseluruhan gen, jenis dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi. Keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan karena sangat penting. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati di bumi mendorong ilmuwan mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem. Keanekaragaman hayati ada 3 tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, jenis dan ekosistem. Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus kromosom. Setiap individu memiliki banyak gen, bila terjadi perkawinan/persilangan antar individu dengan karakter beda akan menghasilkan keturunan yang banyak variasinya. Karena ketika persilangan terjadi, penggabungan gen individu melalui sel kelamin. Sehingga, keanekaragaman gen semakin tinggi. Contoh keanekaragaman tingkat gen adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga. Spesies atau jenis adalah individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya inter hibridisasi yang menghasilkan keturunan fertil subur untuk melanjutkan generasinya. Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis. Contoh keanekaragaman tingkat spesies atau jenis yaitu keluarga kacang-kacangan Leguminoceae yaitu kacang tanah, kacang panjang, buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan sebagainya. Ekosistem adalah hubungan/interaksi timbal balik antar makhluk hidup atau antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem yaitu pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah. Keanekaragaman hayati berdasarkan wilayah, misalnya di Indonesia. Indonesia memiliki Hewan mamalia menduduki peringkat pertama di dunia 515 jenis, 125 jenis merupakan endemik, yaitu tidak ditemukan di daerah lain. Peringkat kedua diduduki kupu-kupu 151 jenis. Reptil menduduki peringkat tiga dunia, > 600 jenis. Burung menduduki peringkat keempat 1519 jenis dan 420 jenis bersifat endemik. Peringkat kelima diduduki oleh amfibi 270 jenis. Contoh hewan endemik Indonesia Keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan penyebarannya Biogeografi ditentukan oleh kondisi geografis seperti ketinggian, garis lintang, dan keadaan iklim curah hujan, suhu, dan radiasi cahaya. Berdasarkan fauna dan floranya, biogeografi ada 2 jenis, yaitu persebaran hewan zoogeografi dan persebaran tumbuhan. Tumbuhan yang menutupi daerah tertentu dinamakan vegetasi. Persebaran tumbuhan ditentukan oleh faktor geologis, geografis dan curah hujan. Tipe vegetasi berdasar ciri-cirinya yaitu tundra, taiga, hutan gugur, padang rumput, padang rumput, vegetasi gurun, sabana, hutan hujan tropis, hutan bakau, dan hutan lumut. Keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan ekosistem perairannya ada 2, yaitu Ekosistem air tawar dan Ekosistem air laut. Contoh ekosistem Penyebaran hewan di dunia menurut Alfred Russel Wallace dapat dikelompokkan menjadi 6 daerah, yaitu Paleatrik, Ethiopia, Oriental, Australia, Neortik, dan Neotropik. Manfaat mempelajari keanekaragaman hayati Mengetahui manfaat setiap jenis organisme Mengetahui adanya saling ketergantungan di antara organisme satu dengan lainnya Memahami ciri-ciri dan sifat setiap organisme Memahami adanya hubungan kekerabatan antar organisme Memahami manfaat keanekaragaman hayati dalam mendukung kelangsungan hidup manusia Keanekaragaman hayati khas Indonesia memiliki nilai Biologi Kebutuhan pangan, sandang, obat-obatan, bahan bangunan, dan oksigen memanfaatkan keanekaragaman hayati. kebutuhan makanan manusia bergantung pada tumbuhan dan hewan. Sekitar spesies tumbuhan dapat dimakan. Namun, hanya 30 spesies yang mampu menyediakan 90 % kebutuhan gizi manusia Pendidikan keanekaragaman hayati belakangan ini mengalami penyusutan, sehingga memberi peluang untuk mengembangkan penelitian demi pemulihan Estetika dan budaya Keanekaragaman hayati memberi pemandangan alam yang indah, sehingga para wisatawan senang berkunjung ke kawasan hutan alam, sungai, arung jeram, laut, dan sebagainya Ekologi keanekaragaman hayati suatu daerah berperan besar untuk menjaga proses ekosistem, seperti daur zat, aliran energi, menjaga tanah dari erosi dan proses fotosintesis Religius Keanekaragaman hayati juga memiliki fungsi untuk mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam raya beserta isinya Pengaruh kegiatan manusia terhadap biodiversitas yaitu Pembukaan hutan untuk lahan pertanian, perumahan, pertambangan dan industri yang disebabkan pertambahan populasi manusia dan berakibat terhadap keseimbangan ekosistem hutan Eksploitasi yang berlebih populasi manusia sangat cepat, menyebabkan pengambilan sumber daya alam hayati oleh manusia melebihi batas regenerasi dan reproduksi dari organisme tersebut Pencemaran lingkungan Peningkatan jumlah pemukiman dan industri membawa konsekuensi terciptanya limbah yang akan mencemari lingkungan air, tanah atau udara. Pencemaran merupakan perubahan lingkungan akibat ulah manusia Budidaya monokultural dan dampak negatif rekayasa genetika pertanian monokultur bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan, berpengaruh negatif terhadap jenis tumbuhan yang kurang bersifat unggul karena menjadi kurang dibudidayakan sehingga hilang dari lingkungan dan akhirnya punah Cara pelestarian keanekaragaman hayati ada 2, yaitu pelestarian insitu dan eksitu. Pelestarian In situ adalah pelestarian sumber daya alam hayati di habitat/tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan/hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. Contoh pelestarian in situ Komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo Badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat Bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu Pelestarian terumbu karang di Bunaken Pelestarian ek situ adalah pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupannya, Contohnya Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nuftah Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo Klasifikasi adalah cara ilmuwan untuk mengelompokkan makhluk hidup. Dasar klasifikasi adalah melihat persamaan, perbedaan, ciri-ciri dan sifat makhluk hidup, yang meliputi ciri morfologis, anatomis, biokimia, dan reproduksinya. Pengelompokan makhluk hidup yang sudah menggunakan aturan tertentu disebut sistematika. Klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk menyederhanakan objek studi, mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup, mengelompokkan makhluk hidup, mempelajari kekerabatan dan evolusi makhluk hidup. Identifikasi adalah mengungkapkan atau menetapkan identifikasi jati diri, yaitu menentukan namanya yang benar dan kelompok yang tepat dalam sistem klasifikasi. Identifikasi disebut juga determinasi, berasal dari bahasa Belanda “determinatie” artinya penentuan. PPT Keanekearagaman Hayati Daftar Pustaka Anshori, M. & Djoko M. 2009. Biologi untuk Sekolah Menegah Atas SMA – Madrasah Aliyah MA Kelas X. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Post Views 59,965 Kesempatan sekarang ini akan kami sampaikan materi Biologi ringkasan Kelas 10 Bab 9 K 13 Revisi tentang Keanekaragaman Hayati di Indonesia dengan lengkap dan detail. Daftar Isi1 Rangkuman Materi Keanekaragaman Hayati di Indonesia2 Persebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia3 Keberadaan Keanekaragaman Hayati yang Tinggi4 Faktor Penyebab Timbulnya Keanekaragaman Hayati5 Jenis Flora yang ada di Indonesia6 Jenis Fauna di Indonesia7 Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia8 Zona Oriental / Wilayah Barat Indonesia9 Zona Autsralia / Wilayah Timur Indonesia10 Zona Peralihan / Wilayah Tengah Indonesia11 Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia12 Tumbuhan langka13 Hewan Langka14 Tumbuhan dan Hewan Endemik Indonesia15 Tumbuhan Endemik16 Hewan Endemik17 Peranan Keanekaragaman Hayati pada Kehidupan Manusia18 Peranan Manusia pada Keanekaragaman Hayati19 Aktivitas Manusia Merugikan Keanekaragaman Hayati20 Aktivitas Manusia Menguntungkan Keanekaragaman Hayati21 Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya22 Hutan Lindung23 Kawasan Suaka Alam Laut seta Perikanan24 Kebun Raya25 Tingkat Keanekaragaman Hayati26 Tingkat Keanekaragaman Gen27 Tingkat Keanekaragaman Jenis28 Tingkat Keanekaragaman Ekosistem29 Share this30 Related posts Photo by Monstera on Persebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia Indonesia terletak antara dua zona, yaitu zona Autralia serta Oriental. Zona oriental yaitu meliputi wilayah bagian barat Indonesia, diantaranya Sumatera, Jawa, Bali, serta Kalimantan hingga di zona tersebut hewan-hewan serta tumbuhan mempunyai kemiripan yang ada di Benua Asia. Pada wilayah Timur Indonesia, diantaranya Papua, Maluku, termasuk zona Australia, hingga hewan serta tumbuhannya memupunyai kemiripan dengan Benua Australia. Sedang zona perlaihan adalah yang ada di wilayah tengah, diantara zona Asia serta Australia, seperti Nusa Tenggara serta Sulawesi. Keberadaan Keanekaragaman Hayati yang Tinggi Indonesia ini terletak pada daerah tropic hingga mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi daipada daerah subtropik/iklim sedang ataupun daerah kutub/iklim kutub, seperti Indonesia mempunyai hutan hujan tropic ditemukan kisaran 300 jenis pohon, maka di hutan iklim sedang ditemukan 1 maupun 2 jenis pohon. Faktor Penyebab Timbulnya Keanekaragaman Hayati Timbulnya keberagaman yang terdapat di tempat-tempat Indonesia ini dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya IklimFaktor relative tanahFaktor tanah Jenis Flora yang ada di Indonesia Jenis tumbuhan yang ada di Indonesia hingga capai 25ribu species, adalah kisaran 10% jenis flora di dunia. Berdasarkan yang sudah dipelajari terdapat berbagai faktor geografis mempengaruhi keanekaragaman hayati, hingga sebabkan flora Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu Wilayah Indonesia bagian Barat, mencakup Sumatera, Jawa, Irian Jaya, serta Kalimantan. Pada wilayah tersebut banyak curah hujan hingga mempunyai hutan lebat yang ada banyak pohon besar serta kecil ketinggiannya kira-kira 60m, daunan rindang dan mahkota daunnya bertingkat, suasana did alamnya lembab karena ada banyak Indonesia bagian Timur, pada wilayah satu ini ada hutan musim yang mempunyai ciri di musim kemarau daun tanaman berguguran, pohonnya lebih rendah dibandingkan pohon hutan hujan tropis, hutannya lebih jarang, ketinggian pohonnya hanya 12-36 cm. Misalnya pohon Jati yang ada di Jawa Timur dan Jawa Indonesia bagian Tengah, pada wilayah ini ada daerah padang rumput diselingi semak-semak, daerah tersebut dinamakan savanna. Pada pulau Flores, Sumbawa, serta Timor ada hutan bersama rumputan pendek akibat curah hujannya sedikit. Daerah tersebut cukup bagi bagi usaha peternakan. Jenis Fauna di Indonesia Negara kita mempunyai keanekaragaman jenis fauna, ada 8ribu jenis reptile di dunia hingga 25% ada di Indonesia. Jenis organismen lainnya yaitu berupa fauna tulang belakang 20%, cacing 10%, serta serangga 20%. Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia Zona Oriental / Wilayah Barat Indonesia Memiliki hjan tropis di dominasi pohon dari family Dipterocarpaceae. Family Dipterocarpaceae adalah tumbuhan paling tinggi, membentuk kanopi hutan, serta hasilkan biji-biji bersayap. Tumbuhan termasuk family ini yaitu kayu kruing Dipterocarpaceae, kayu kapur Dryobalanops aromatica, kayu meranti Shorea spp, dan kayu garu Gonystylus bancanus. Jenis hewan yang ada di zona ini mempunyai kemiripan bersama jenis Benua Asia diantaranya banyak species mamalia ukuran besar misalnya, banteng, gajah, harimau, serta badak yang ada banyak banyak jenis kera misalnya bekantan, orang utan, loris hantu, serta tarsius. Zona Autsralia / Wilayah Timur Indonesia Zona ini meliputi Papu dan Maluku. Di zona ini ada hutan berpohon rendah serta ada daerah datar misalnya Ficus / family beringin serta matoa. Jenis hewannya mempunyai kemiripan dengan jenis hewan yang ada di Benua Australria, terdiri dari Mamalia memiliki ukuran kecil serta hewan berkantung misalnya opossum, kuskus, bandicot, serta kanguru jenis kantung serta musah berkantung di Maluku Timur serta Irian Jaya. Zona Peralihan / Wilayah Tengah Indonesia Zona ini adalah wilayah yang ada keankeragaman hayati asalnya dari Zona Oriental serta Australia. Diantaranya Sulawesi serta Nusa Tenggara. Di wilayah ini ada pohon eukaliptus serta hewan opossum lebih mirip bersama tumbhan serta hewan zona Australia. Ada pula hewan khasnya, yaitu anoa / hampir sama dengan lembu serta hidup liar di Sulawesi, biawak komodo, babi rusa dengan taring panjang serta melengkung di Maluku serta Sulawesi. Tumbuhan dan Hewan Langka di Indonesia Tumbuhan langka Di bawah ini terdapat tumbuhan langka di Indonesia, diantaranya Sukun berbiji Artocarpus communisSawo kecik Manilkara elasticusNangka celeng Artocarpus heterophyllusBedali Radermachera giganteaGandaria Bouea macrophyllaMatoa Pometia pinnataMundu Garcinia dulcisKluwak Pangium edulePutat Plannhonia validaWinong Tetrameles mudifloraSagu Metroxylon saguBendo Artocarpus elasticus Hewan Langka Di bawah ini terdapat hewan langka di Indonesia, yaitu Harimau Jawa Panthera tigris sondaicusHarimau Sumatra Panthera tigris sumatraeBabirusa Babyrousa babyrussaMacan kumbang Panthera pardusOrang utan Sumatra Pongo pygmaeus abeliiBekantan Nasalis larvatusOrang utan Kalimantan Pongo pygmaeus pygmaeusGajah Asia Elephas maximusTapir Tapirus indicusBadak Sumatra Decerorhinus sumatrensis Tumbuhan dan Hewan Endemik Indonesia Tumbuhan Endemik Di Indonesia ada bunga langka, yaitu bunga Rafflesia arnoldi. Dapat ditemukan di Kebun Raya Bogor, diantara contoh tumbuhan endemic di Indonesia, yaitu Di Kalimantan terdapat anggrek hitam Coelogyne pandurata, Rafflesia Sumatra terdapat bunga bangkai Amorphophalus titanum, bunga Rafflesia Nusa Tenggara terdapat kayu cendana Santalum album.Di Jawa terdapat bunga Rafflesia horsfilldi, Rafflesia patma, Rafflesia Papua terdapat matoa Pometia pinnata dan sagu Metroxylon sagu.Di Sulawesi terdapat kayu eboni Diospyros spp. Hewan Endemik Diantara hewan endomik Indonesia, yaitu Di Kalimantan terdapat kera belanda Nasalis larvatus, burung rangkong Buceros rhinoceros dan orang utan Pongo pygmaeus pygmaeus.Di Sumatra terdapat harimau sumatra Panthera tigris sumatrae, orang utan Pongo pygmaeus abelli dan Siamang Hylobates syndactylus.Di Nusa Tenggara / Pulau Komodo terdapat komodo Varanus komodoensis. Peranan Keanekaragaman Hayati pada Kehidupan Manusia Sumber panganSumber sandangSumber bahan bangunan serta peralatan rumah tanggaSumber pemasukanSumber plasma nutfahSumber keilmuanSumber bahan obatSumber keindahan Peranan Manusia pada Keanekaragaman Hayati Aktivitas Manusia Merugikan Keanekaragaman Hayati Pembukaan hutanPengurukan lahan basahUsaha pertambanganPencemaran lingkunganSeleksi Aktivitas Manusia Menguntungkan Keanekaragaman Hayati PenghijauanPenangkaranPerkawinan silangPerlindungan alam Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Hutan Lindung Cagar alamTaman nasionalSuaka margasatwaTaman hutan rayaHutan wisataWinawisata Kawasan Suaka Alam Laut seta Perikanan Kebun Raya Tingkat Keanekaragaman Hayati Tingkat Keanekaragaman Gen Keanekaragaman genotypeKeanekaragaman fenotipe Tingkat Keanekaragaman Jenis Tingkat Keanekaragaman Ekosistem Sekian rangkuman materi Keanekaragaman Hayati di Indonesia, semoga rangkuman ini bermanfaat untuk meda belajar kamu di rumah. Sumber Materi Buku Biologi Kelas 10 Semester 2 Terbitan BSE Post Views 2,436

ringkasan materi keanekaragaman hayati kelas x